Home » Budaya » Puluhan GrupPeserta Meriahkan Lomba,Oklik di Festival Ramadhan,Bojonegoro,Lestarikan Kesenian Lokal,

Puluhan GrupPeserta Meriahkan Lomba,Oklik di Festival Ramadhan,Bojonegoro,Lestarikan Kesenian Lokal,

admin 01 Apr 2024 183

Bojonegoro

Sebanyak 24 grup/ kelompok peserta Lomba Oklik unjuk kebolehan dalam rangkaian Festival Ramadhan Bojonegoro 2024, Minggu (31/3/2024). Meski sempat diguyur hujan sebelum dilaksanakanya acara, masyarakat begitu antusias memadati lokasi pemberangkatan dan sepanjang rute kegiatan, menyaksikan pagelaran di malam bulan Ramadhan tersebut.

Diawali dengan pemukulan alat musik oklik (alat musik dari bambu) puluhan regu bergantian menunjukkan penampilannya di depan dewan juri dan tamu undangan selama dua menit. Kemudian, peserta melanjutkan perjalanan melewati rute Jl. P. Mas Tumapel (start) – Jl. Imam Bonjol – Jl. Mastrip – Jl. MH. Thamrin – Jl. Panglima Sudirman – Jl. AKBP M. Soeroko – Jl. Imam Bonjol – Jl. P. Mas Tumapel (finish).

Dalam sambutannya mewakili Pj Bupati Bojonegoro, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kusnandaka Tjatur Prasetijo menyampaikan bahwa, kegiatan ini digelar dalam rangka mendorong tumbuh kembangnya ekonomi dan UMKM di Bojonegoro.

“Kita dorong dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat Bojonegoro,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kusnandaka menambahkan, Oklik ini merupakan warisan budaya tak benda di Kabupaten Bojonegoro. Maka, menjadi tanggung jawab semua untuk mengajarkan kepada generasi mendatang secara terus menerus. Semua pihak harus mempelajari, agar Oklik berkembang sebagai bagian budaya perilaku masyarakat setiap hari.

“Oklik harus mengikuti perkembangan zaman, itulah yang namanya kreativitas. Seluruhnya, baik kepada penonton maupun peserta, semoga agenda ini bisa menjadi tontonan yang bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Budiyanto menyampaikan tujuan Lomba Oklik dalam Festival Ramadhan 2024 ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1445 Hijriyah. Juga sebagai pengungkit ekonomi berbasis seni budaya dengan kesenian asli lokal Bojonegoro.

“Seperti yang kita ketahui, Oklik ini adalah kesenian asli Bojonegoro yang sudah diakui sebagai hak kekayaan intelektual komunal, yang masuk dalam dua ketegori yaitu ekspresi budaya tradisional, yang kedua adalah pengetahuan tradisional. Maka mari kita lestarikan menjadi warisan budaya tak benda nasional,” tandasnya.

Lebih lanjut, Budiyanto menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini jumlah peserta sengaja dibatasi. Sebab pertimbangan keamanan dan kekhusyuan di Bulan Ramadhan. Maka peserta yang mengikuti lomba kali ini sebanyak 24 kelompok/regu. Nantinya peserta akan dinilai oleh tiga dewan juri yakni Ade Sutarto seniman dan budayawan dari Kabupaten Ngawi, Eko Hardoyo seniman musik dari Kabupaten Tuban, dan Yuli Setiyanto seniman dari Kabupaten Bojonegoro.

“Lomba Oklik ini nanti akan diambil 6 juara yang akan mendapatkan tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan,” terangnya.

Untuk juara 1 mendapatkan Rp 3.000.000, juara 2 mendapatkan Rp 2.750.000, dan juara 3 mendapatkan Rp 2.500.000. Sedang juara harapan 1 Rp 2.250.000, juara harapan 2 Rp 2.000.000 dan juara harapan 3 Rp 1.750.000.

Sementara itu, salah satu peserta lomba Oklik dari Grup Putro Sapu Djagat, Herlambang Prajna Madya menuturkan dirinya merasa sangat senang, dengan kegiatan-kegiatan Pemkab Bojonegoro seperti ini. Meskipun awal kedatanganya di lokasi disambut dengan hujan deras, namun dirinya bersama kelompok yang terdiri dari 17 orang tetap bersemangat.

“Pokoknya kita semua tetap semangat, karena semua sudah kita persiapkan dari jauh-jauh hari. Semoga kedepanya kesenian Oklik selalu jaya,” ungkapnya.

Red[Redho]

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ulang Tahun Pandawa Yang Ke 8,dengan Tema Memayu Hayuning Bawono

admin

20 Jul 2025

  Kubu Raya kalbar(200725). Acara ulang tahun Pandawa yang ke 8,dilaksanakan di gedung Santo Agustinus jalan Adi Sucipto kubu raya kalimantan Barat. Sebelum Acara dimulai ketua Pandawa Ibu Hajah Endang membuka Dengan kata sambutan,dengan mengucapkan rasa syukur Acara ulang tahun pandawa bisa terlaksa dan juga menyampaikan bahwa pandawa bukan hanya sekedar perkumpulan tapi bagaimana hadirnya …

Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI Resmi Dibuka, Simbol Persahabatan dan Pelestarian Budaya di Tanah Sabang Merah

admin

08 Jul 2025

    Sanggau, Polda Kalbar – Sebuah perayaan budaya yang sarat makna dan nilai-nilai tradisi kembali digelar di Kabupaten Sanggau. Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi ke-21 resmi dibuka pada Senin (7/7/2025) di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Desa Sei Mawang, Kecamatan Kapuas. Kegiatan tahunan yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau ini menjadi …

Rumah MABM Meliau, Di Selesaikan Pada Tahap 3, Tahun Anggaran 2025

admin

15 Des 2024

  Sanggau/151224Onewssergap.com Kalimantan Barat Pembangunan Rumah MABM Meliau, Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau, di amandemen perpanjangan waktu karena banjir saat mulai kerja itu di sampaikan oleh PPK Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Sanggau Andi Darmawan, pada awak media 14 Desember 2024. Pada saat bersamaan dengan berita yang kami tayangkan, juga ada di sampaikan oleh …

Reok singo Roban Salah satu Budaya perlu perhatian dari pemerintah

admin

13 Des 2024

    Kayong Utara-Kalimantan Barat- Budaya bangsa yg perlu dilestarikan udah mulai kurang diminati oleh kaum muda khususnya.. Reok singo Roban,yg berada di desa’ sungai sepeti kecamatan seponti jaya.budaya bangsa yang seharusnya dilestarikan udah mulai berkurang karena tidak ada perhatian dalam memberdayakan budaya Jumat 13-12-2024 sehingga cenderung kurang diminati dibanding dg budaya musik lain’ seperti …

Kapolres Sintang Rayakan Hari Raya Galungan Bersama Umat Hindu Di Pura Giri Penatatan Agung

admin

25 Sep 2024

    Indonesia sebagai Negara yang memiliki jargon Bhineka Tunggal Ika, dengan 6 ( Enam) agama yang sah yang selama ini warga negara hidup rukun berdampingan saling menghormati satu sama lain tanpa memandang ras suku dan agama yang dianut oleh masing2 individu, mulai dari sejak zaman Kerajaan Singasari dan kerajaan Majapahit hari raya galungan ini …

Kapolsek Mempawah Hulu hadiri Tradisi Adat Budaya Robo-Robo di Desa Karangan

admin

04 Sep 2024

    Polres Landak – Mempawah Hulu, Masyarakat Desa Karangan menggelar tradisi adat budaya Robo-robo yang dilaksanakan di rumah adat melayu Dusun Karya jaya desa karangan Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak. Rabu 4 /9/2024. Adapun yang menghadiri acara tersebut Camat Mempawah Hulu Priscilla Angela S.STP.,M.A.P , Danramil Mempawah Hulu diwakili oleh Serma Agus, Kapolsek Mempawah …

Hot Categories
x
x