Home » SENI & BUDAYA » Hadiri HUT PBRTB dan MMBB, Bupati Karolin Beri Penghargaan untuk Pelestarian Budaya Dayak

Hadiri HUT PBRTB dan MMBB, Bupati Karolin Beri Penghargaan untuk Pelestarian Budaya Dayak

admin 24 Okt 2026 31

 

 

Kabupaten Landak-Kalimantan Barat- Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, MH bersama suami menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-10 Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya (PBRTB) dan HUT ke-1 Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) di Desa Semade, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak Kalimantan Barat, Jumat malam (23/10/2026).

Mengawali sambutannya, Karolin mengucapkan selamat ulang tahun kepada kedua organisasi budaya tersebut.

“Selamat ulang tahun, semoga dengan bertambahnya usia PBRTB dan MMBB semakin solid, kompak, semakin besar, semakin luas dan terus bertambah anggotanya di berbagai wilayah seluruh Indonesia,” ucap Karolin.

Karolin mengaku senang karena dalam perayaan tersebut dirinya mendapat buku yang merangkum kiprah PBRTB. Menurutnya, pendokumentasian penting sebagai bagian dari sejarah.

“Buku ini penting, apa yang sudah dilakukan Tambak Baya dalam sepuluh tahun terakhir ini dicatat dan dibukukan sebagai bagian dari sejarah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Panglima Tertinggi PBRTB, Marselinus Mian, yang dinilainya memiliki pandangan jauh ke depan, terutama dalam hal kaderisasi anak muda.

“Saya senang karena PBRTB ini bisa merangkul anak-anak muda, menjadi wadah kegiatan positif untuk melestarikan budaya,” kata Karolin.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Landak menganugerahkan piagam penghargaan kepada Marselinus Mian atas konsistensi dan sumbangsihnya dalam pelestarian adat dan budaya di Kabupaten Landak. Piagam diserahkan langsung oleh Bupati Karolin di atas panggung acara.

Karolin menegaskan, budaya dan sejarah adalah bagian yang tidak terpisahkan. Dengan melestarikan budaya dan mengetahui sejarah, dapat membekali diri secara mental dan spiritual serta memperkuat pondasi persatuan.

“Budaya dan sejarah bagian yang tidak terpisahkan dari kita semua,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Karolin berpesan kepada anggota muda untuk tidak menutup diri dari kemajuan zaman, namun tetap berpegang teguh pada jati diri budaya.

“Kita tidak bisa menghindarkan diri dari kemajuan dan perubahan zaman,” pesannya.

Sumber :(Man)

EDITOR:Kusjaya

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ACARA BUDAYA TIONGHOA DI KELENTENG SHINKIUNG DI DUSUN SEMANJA DESA BENAWAN AGUNG KECAMATAN SUKADANA.

admin

25 Okt 2026

    SUKADANA,KAYONG UTARA ,KALIMANTAN BARAT, Acara Ulang tahun Sam Sak bongkung acar ulang tahun budah tiongha yang di selengarakan setiap tahun di kelenteng Shinkiung dusun semanja desa benawai agung Kecamatan Sukadana, ( minggu 25 Oktober 2026). Acar Ulang tahun Sam Sak bongkung yang dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan adat budaya tiongha yang ada di …

ACARA RITUAL ULANG TAHUN PANGALIMA PAMANG BUDAYA ADAT DAYAK KALIMANTAN BARAT

admin

26 Sep 2026

SEMANJA – KAYONG UTARA – KALIMANTAN BARAT – KALBAR – Acara Ritual Adat Dayak memperingati ulang tahun Pangalima Pamang di Dusun Semanja Desa Benawai Agung Kecamatan Sukadana sudah merupakan tradisi adat budaya orang dayak berkabolarasi dengan adat budaya tiongha, Sabtu 26 September 2026. Acara memperingati ulang tahun pangalima pamang yang setiap tahun di selenggarakan di …

Hot Categories
x
x